NGAJI AYAT KAUNIYAH

Mengesksplorasi Dunia Kesadaran…
Bermula dari menumbuhkan Kesadaran diri.. Menuju kesadaran semesta.. Dan akhirnya menuju kesadaran Ilahi..

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” [QS Adz-Dzariyat ayat 20-21]

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-‘Alaq: 1-5)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka mentafakkuri (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [QS Ali ‘Imran ayat 190 – 191]

” Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi setelah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat-kalimat Alloh.” [Qur’an S Luqman:27]

“Dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS Al-Anfal: 2)

Hurip Sadar.
Kunci keampuhan sebuah jimat ataupun pusaka serta benda mistis lainnya, sebenarnya terletak pada keampuhan sang pemegangnya. Krn hanya seorang manusia yg telah bulat keyakinannya saja yg dpt mengaktualisasikan keampuhan jimat itu… Manusia seperti ini sdh betul-betul madep manthep dan haqqul yakin hati dan fikirannya… Dan sebenarnya saja, orang seperti ini dapat mengaktualisasikan keampuhan dirinya sendiri seperti itu. Bahkan walau dia tdk memegang ataupun mempunyai jimat satu bijipun…

Karena sesungguhnya Jimat dan Pusaka yg sejati adalah Pusaka Hidup yg sdh ada di dalam diri setiap manusia…

Dan itu…
Intinya adalah Energi Kesadaran, HURIP LAN SADAR, YA HAYYU YA QOYYUM, sadar dan menyadari bahwa dirinya sadar. Sadar dan menyadari bahwa dirinya hidup dan mampu menghidupi serta menghidupkan karena sadar akan adanya Daya Hidup yg ada di dalam dirinya… Daya Hidup inilah yg kemudian diresonansikan ke benda mati atau ke semesta dengan menggunakan media Energi Kesadarannya. Sehingga benda mati atau semesta kehidupan kita dapat menjadi hidup dan mempunyai kesadaran….

Benda padat yang terlihat secara kasat mata, merupakan kumpulan molekul, sementara molekul itu berasal dari atom dan partikel. Dan partikel sub atom yang sangat kecil berasal dari suatu bentuk energi alam vibrasi quanta yang tak tampak. Quanta atau ada juga yang memberi istilah Khowas Alam adalah bahan baku dari semua benda di alam semesta, bukan sembarang benda tetapi lebih merupakan vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran hidup. Hanya saja kesadaran yang ada di dalam benda-benda tersebut masihlah bersifat alami. Agar khowas Alami semesta dapat mendukung dan bermanfaat bagi kita, maka diperlukan Resonansi dari energi Kesadaran kita. Sehingga semesta di luar diri kita memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan kebaikan hidup kita.

Hati atau Jiwa manusia juga merupakan salah satu Benda Quantum alam semesta, disinilah tempat organisasi ESP (Extra Sensory Perception = Tanggapan Indera Tambahan) dimana bersarang bidang perasaan, bidang pikiran, bidang kemauan, bidang spirit, bidang kesadaran yang merupakan dunia alam bawah sadar yang tak tampak. Dimensi tak tampak ini merupakan sumber energi kecerdasan dan kesadaran hidup manusia. Inilah Eksistensi Kecerdasan dan Kesadaran hidup Manusia yang melingkupi semua Ruang dan Waktu, apa yang ingin diwujudkan dalam ruang dan waktu maka dapat diprogram melalui Pikiran Manusia.

Kita sudah memiliki sumber energi yang diberikan secara GRATIS oleh TUHAN. Para Ilmuwan juga telah membuat alat-alat untuk mempelajari energi kesadaran dalam Laboratorium mereka. Mereka telah melihat bahwa energi kesadaran manusia dapat menimbulkan atau menghancurkan Zat atau Materi. Jiwa atau qolbu merupakan Generator sejati dari energi kesadaran Manusia. Inilah Daya terkuat dalam hidup Kita, Kekuatan alami / Inner Power ( Micro Cosmos ) yang belum dimanfaatkan kebanyakan orang. Sekali saja Kita mampu menggunakan Daya Cipta rasa dan karsa menyatu dengan Keyakinan dan Keikhlasan ; Niat dan hajat yang dibulatkan dengan kalimat Afirmasi doa secara jelas dan terarah maka Kita telah melepaskan energi positif ke alam semesta ( Macro Cosmos ). Disinilah Alam Bawah Sadar Manusia telah berada dalam mekanisme Quantum Spiritual Cosmic Energi, dimana kekuatan TUHAN yang bekerja.

Keadaan Alpha yang dicapai melalui meditasi Hening merupakan Akses pembuka menuju alam bawah sadar yang penuh Energi, Tingkat Alpha merupakan wilayah Konsentrasi, Fokus, Khusyuk, Instuisi, dan Rilekssasi ( Pengendoran badan ). Kebanyakkan orang tidak tahu membuat dirinya dalam keadaan alpha, kecuali ketika mereka mau tidur. Orang yang dalam keadaan tenang, tidak tegang gelombang otaknya dalam Frekewensi ( 8 -12 Hz) . Alat biofeedback yang mengukur denyutan otak dan memberikan tanda melalui sinar dan suara jika kita berada dalam keadaan Alpha. Orang yang memasuki kondisi Alpha , otak akan memproduksi hormone serotonin dan endorphin yang menyebabkan orang merasa nyaman,tenang , bahagia. Hormon ini membuat detak jantung stabil , imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah akan melebar.

Jangan harap seseorang mampu mengaktifkan Energi super power dalam ruang alam bawah sadarnya sebelum dia mampu mengkondisikan kesadaran otak dan tubuhnya pada tingkatan tertentu. Apabila seseorang merasakan badan terasa enak, mata tertutup, pikiran focus tidak kesana kemari, nafas menjadi lambat dan menjadi lebih dalam, perasaan berat dari kepala sampai kaki, perasaan tidak berhubungan dengan sekelilingnya, Maka seseorang sudah berhasil menghubungkan akses energi micro cosmic ( Mind Power ) dengan macro cosmic ( Alam Semesta ).

Sebagaimana semut yang tanpa berfikir dapat melakukan tugas-tugas yang teratur secara berkelompok, atau sebagaimana bunga sakura yang tanpa berfikir tumbuh apa adanya sebagai bunga sakura, dalam keadaan ”tanpa berfikir” atau yang biasanya disebut kondisi zero mind inilah , kita akan dapat mengerjakan tugas-tugas yang sulit. Seperti seorang empu pembuat keris yang tanpa mengukur , bahkan tanpa penggaris dapat membuat keris dengan akurasi-presisi yang pas sehingga dapat berdiri tanpa disangga, demikian pula halnya dengan kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hidup diri kita atau manusia lainnya dalam kondisi batin ikhlas atau zero mind semuanya akan teratasi, serba terukur dalam neraca hati , yang harmoni bersama semesta.

Jadi, kesadaran semesta dalam konteks ini adalah kesadaran apa adanya , atau berfikir dan berperasaan murni, sebagaimana seekor semut, rayap atau sekuntum bunga yang tumbuh dan hidup apa adanya . Seperti bayi yang baru dilahirkan, menangis dan bergerak apa adanya, tanpa ego, tanpa banyak berfikir.Seperti semesta yang berjalan apa adanya tanpa banyak berfikir, dengan apa adanya sedang kita sedang bergerak dalam rel yang benar.

Hanya hati yang suci yang dapat terhubung dengan Kekuatan Langit

Demikianlah, berbagai Latihan di atas pada dasarnya merupakan pembiasaan-pembiasaan yang feed backnya diharapkan akan mampu menstimulasi fikiran dan perasaan kita menuju zona spiritual murni yang kita menyebutnya sebagai Kesadaran semesta, yaitu suatu Kesadaran Murni , tenang dan damai, hanyut bersama tasbih Semesta dalam damai Ilahi.Dalam zona inilah inilah kita akan dapat mengakses “Energi Spiritual Murni” sebagaimana sebuah pribahasa Cina kuno mengatakan hanya hati yang sucilah yang dapat terhubung dengan Kekuatan langit. Dengan kata lain, dalam Kesucian hati atau zona Kesadaran Semesta inilah, pancaran “Cahaya Tinggi” atau “Vibrasi Energi Spiritual Murni” yang bersumber dari Dia Yang Rahman kita “serap’ dan kita sebarkan bagi semesta dan seluruh isinya.

Disamping itu, dengan rutinitas latihan-latihan tersebut ditambah intensitas ibadah kita sesuai tuntunan agama, Keadaan Jiwa yang murni dapat dicapai, indikasinya adalah munculnya getaran-getaran rasa damai, dan tenang dalam hati kita, sehingga kita dapat merasakan suara hati yang murni (intuisi) dalam berbagai menghadapi hidup ini.

Selanjutnya, kita sudah tidak lagi “terbelenggu” dalam berbagai tekhnik-tekhnik atau prosedur baku dalam memanfaatkan energi semesta, kita hanya tinggal duduk , diam dan mendengarkan semuanya dari hati kita

Wallahu A’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s