Kitab Mantra Magnetism

ilmu peletTIPS MANTRA PERSONAL MAGNETISM (WIBAWA & PENGASIHAN).
Mantra atau Affirmasi atau Ruqyah (bahasa Arab), adalah serangkaian kalimat sugesti yang ditujukan untuk membangkitkan daya kuasa tertentu, baik yang bersumber dari dalam atau luar diri.

Membaca mantra tidak termasuk suatu perbuatan syirik jika didalam redaksi kalimatnya tidak bertentangan dengan akidah tauhid Islam.. Oleh karena itu, sebelum membaca suatu mantra, sebaiknya fahami dulu arti dan maknanya. Agar kita tidak terjebak pada tindakan syirik tanpa sengaja…

Jika anda sudah memahami mekanisme kerja pikiran bawah sadar (Batin), anda boleh juga merancang suatu mantra ciptaan anda sendiri… Sehingga penghayatan terhadap mantra tersebut dapat dilakukan dengan lebih baik…

Aspek penghayatan terhadap mantra ini sangat penting sekali, karena dari rangkaian kalimat mantra tersebut, akan terpancar energi makna yang bersumber dari Daya Kesadaran Ilahiah yang ada di dalam diri. Yang mana energi tersebut tidak akan mempunyai kekuatan daya getar yang cukup kuat jika dilakukan tanpa penghayatan.

Sekarang, coba nyanyikan sebuah lirik lagu namun tanpa nada dan tanpa emosi rasa di dalamnya… Datar seperti saat anda membaca koran. Apa yang anda rasakan….? Gak enak bukan..? Tidak ada powernya bukan…?

Ya, energi itu sesungguhnya merupakan pancaran dari DAYA RASA yang ada di hati anda… Tanpa adanya EMOSI / RASA, maka kalimat mantra tersebut tidak akan keluar Daya Kesaktiannya….

Berikut ini ada affirmasi bahasa jawa (mantra). Yang cukup bagus juga utk digunakan meningkatkan kekuatan Personal Magnetism, baik digunakan secara umum ataupun ditujukan pada terget khusus. Tips ini Terutama utk anda yang sudah pegang Kristal Mani Gajah. Dan bagi yang belum punya Kristal Mani Gajah, silahkan dipelajari di sini..

Tata cara penggunaannya adalah dengan menggunakan Tekhnik Trance Pendulum, yaitu memasuki kondisi gelombang pikiran bawah sadar dengan media pendulum yang telah anda peroleh dari Program AURA KRISTAL MANI GAJAH. Dan setelah cukup dalam anda bermain dengan pendulum, ucapkan affirmasi berikut ini sebagaimana tertulis dalam contoh. Dan agar affirmasi anda AMPUH ( efektif dan efisien), maka libatkanlah seluruh kekuatan Daya Cipta, Rasa, & Karsa anda.

Berikut ini contoh-contoh affirmasinya :

1. MANTRA SIR
Rapalnya sebagai berikut:
Bismillahirrohmanirrohiim, Dzat Sir Jasmani, Sami Jasmani Ingsun Rohilapi, Tut Kathut Kumalikut Dening Aku Kabeh Wong Sabuwono Kabeh Lanang lan Wadhon, Gedhe lan Cilik Soko Kersaning Allah.

2. MANTRA OWAH GINGSIR
Owah gingsir sifating urip, kang owah mung katresnanku manjing dadi sawiji sajiwo lan sarogo, kalayan jiwo rogone si……. (sebutkan nama orangnya) anak turune kanjeng nabi adam, ora pisah salawase gesang”.

3. MANTRA CETAR MEMBAHANA

GETAR LANGIT
GETAR BUMI
GETAR DIRI
SEMUA MENYATU DAN MANUNGGAL DALAM CIPTA RASA DAN KARSAKU.

GETARKU MEMBAHANA MENEMBUS SEGALA DIMENSI.

DAN DENGAN SEIZIN TUHAN, AKU KIRIM DAYA GETAR INI PADA…… (sebutkan namanya)

Getarkan Hatinya..
Getarkan Fikirannya…
Getarkan Raganya…

kemudian sebutkan sugesti/perintah anda padanya…

Nb. Jangan tujukan mantra ini pada saya, akan berbalik ke diri anda sendiri lho…. hahahahahaha…………….

Training Bawah sadar PendulumApa Itu Afirmasi…?
Afirmasi (Inggris : Affirmation) atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan penegasan. Afirmasi mirip seperti doa, harapan atau cita-cita, hanya saja afirmasi lebih terstruktur dibandingkan dengan doa dan lebih spesifik.

Cita-cita atau sasaran membantu pembentukan gambaran di dalam daya pikir Anda. Mengucapkan afirmasi adalah membuat sesuatu dengan tegas dan kokoh. Sederhananya, dasar semua afirmasi adalah pemikiran positif. Afirmasi atau penegasan adalah pernyataan penerimaan yang digunakan diri sendiri dengan kebebasan yang berlimpah, kemakmuran dan kedamaian. Afirmasi bisa juga merupakan kalimat-kalimat positif atau sekelompok kalimat yang dirangkai menjadi satu. Afirmasi harus diselaraskan dengan hukum alam. Karenanya, ini merupakan kebenaran dan harus selalu demikian. Setiap afirmasi dinyatakan dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa yang ditegaskan itu akan terwujud. Kalau Anda melakukan afirmasi, Anda mengalihkan sebagian dari daya kehidupan Anda kepada afirmasi itu. Afirmasi yang digunakan dengan benar adalah alat psikologis yang sangat kuat untuk bertumbuh.

“Kita adalah apa yang kita pikirkan”

Kadang, bahkan mungkin kita terlalu sering melakukan peremehan terhadap diri kita sebelum orang lain melakukannya. Kita selalu membangun ketakutan, kecemasan, sebelum melakukan sesuatu. Ya! Kita terlalu sering kalah sebelum benar-benar berperang. Yang terjadi? Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang pengecut, mudah mengalah, tidak tahan terhadap tantangan, sehingga kita benar-benar menjadi orang-orang yang miskin pengalaman. Miskin pengalaman ini buah dari kegagalan kita dalam memenuhi syarat-syarat kesuksesan.

Kesuksesan memiliki syarat. Sama halnya ketika anda ingin menjadi pemenang, tentu memiliki syarat yang harus dipenuhi. Kenapa hari ini kita tidak pernah menjadi sukses atau pemenang? Jawabannya karena kita belum memenuhi syarat yang harus dimiliki oleh seorang yang sukses dan pemenang. Lalu apa syarat-syarat itu?

Kita memiliki kesempatan yang sama. Jika anda benar-benar ingin jadi sukses atau misalkan anda seorang presenter dan ingin menjadi pemenang dalam presentasi, atau ingin menjadi macan podium, orator ulung, presentator, atau public speaker yang handal, maka penuhi syaratnya. Syarat itu adalah mengikuti permainan atau kompetisi. Anda harus “berperang”. Namun tak sekadar ikut, apalagi ikut-ikutan. Karena kesempatan itu tidak datang dua kali. Yang harus dilakukan adalah memutuskan untuk memaksimalkan diri. Bersungguh-sungguh dan berusaha untuk tetap konsisten dalam membangun komitmen. Dengan begitu Anda sudah menggiring diri menjadi sukses sekaligus pemenang.

Lalu dimana korelasi antara afirmasi dan keinginan menjadi sukses? Letaknya ada pada deskripsi harfiah yang telah saya paparkan dalam pepatah “Kita adalah seperti apa yang kita pikirkan”. Penguatan dan penegasan itu memiliki dimensi internal dan eksternal. Apa yang harus ditegaskan. Dalam dimensi internalnya, yang harus diafirmasi adalah tekad dan komitmen kita. Jika benar, kita ingin sukses dalam presentasi maka yang dibangun adalah tekad untuk bersikap positif dan berkomitmen untuk menjalankan tekad itu. Jangan sampai tekad hanya sebatas angan-angan yang miskin aplikasi. Berhentilah berceramah tentang ragam ketakutan, mulailah melakukan sesuatu. Mulailah melakukan presentasi anda, dan tinggalkan keraguan dan kecemasan Anda.

Sebelum mengalahkan orang lain, pekerjaan yang paling berat yang harus Anda lakukan lebih dulu adalah mengalahkan diri sendiri. Sumber masalah itu kerap muncul dari pikiran kita. Maka anda harus berdiri di atas pikiran Anda dan berusahalah untuk menundukkannya. Ketika Anda telah menundukkan pikiran berarti dimensi afirmasi internal sudah anda lakukan. Selanjutnya mentransfer afirmasi internal menjadi afirmasi eksternal yang positif.

Setelah Anda menegaskan dan menguatkan diri bahwa Anda layak berdiri di hadapan audiens. Yang dilakukan selanjutnya adalah mengajak audiens itu menegaskan dan menguatkan diri mereka untuk menerima anda dengan kesederhanaan kualifikasi yang anda miliki. Sehingga terjadi relasi afirmasi positif yang saling berbagi dan melengkapi. Anda disebut public speaker atau presentator karena anda memiliki audiens.

Afirmasi selalu menekankan pada aspek daya jangkau pikiran. Bagaimana membentuk citra, warna, dan karakter diri kita dengan berusaha melakukan penegasan dan penguatan diri secara positif. Anda tentu pernah dengar tentang teori gunung salju.

Tenggelamnya Kapal Titanic disebabkan oleh kesalahan instruksi kapten kapal untuk melanggar seonggok es yang muncul di permukaan. Ternyata, seonggok es itu memiliki bawahan yang berkali-kali lipat dari yang tampak. Yang terjadi tentu petaka. Dalam hitungan beberapa menit, kapal mengalami benturan dahsyat dan tenggelam.

Ya! Kita tidak ingin membicarakan tenggelamnya Titanic, namun ingin mengajak anda untuk menarik kata kunci dari gunung es tadi. Bagian yang tampak di permukaan merupakan bagian yang terlihat. Anggap ini adalah bagian kesadaran kita. Lalu bagian yang tak terlihat adalah alam bawah sadar yang kadang selalu mendominasi kesaharian kita. Kaitannya dengan afirmasi adalah biasakan melakukan penekanan dan penguatan terhadap hal-hal positif. Penekanan dan penguatan itu akan terekam di alam bawah sadar kita. Hingga melahirkan seperangkat sikap, tingkah laku, dan kebiasaan yang positif. Ingat! “Kita adalah seperti yang kita pikirkan.

Untuk Ulasan Yang Lebih Lengkap, Silahkan DOWNLOAD “KITAB MANTRA MUSTIKA MANI GAJAH” di bawah ini. Insya Allah eBook ini akan selalu saya Update, jika diperlukan penambahan isi.

DOWNLOAD KITAB MANTRA MAGNETISM MANI GAJAH

DOWNLOAD “KITAB MANTRA MUSTIKA MANI GAJAH”
KLIK
Kitab Mantra Magnetism Mani Gajah

Nb.
Untuk Kitab “Mantra Mustika Mani Gajah” Versi Cetak/eBook yang lebih lengkap, hanya kami berikan kepada peserta Program Pelatihan Aura Kristal Mani Gajah saja. Karena terdapat beberapa ilmu yang cukup berbahaya jika dipegang oleh orang umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s